Yang Hila Dicaroi, Yang Hanyauk Dipinteah, Sailae Dingan Samudek Dibusameo

12 July 2011

Do'a Ibnu Jahsy R.A. dan Sa'ad R.A.

Di medan pertempuran Uhud, Abdullah bin Jahsy r.a. berkata kepada rakan seperjuangannya Sa’ad bin Abi Waqqas, “Wahai sahabatku Sa’ad! Marilah kita berdoa bersama-sama ke hadirat Allah Swt. dan kita mengaminkannya. Karena apabila seseorang memohon kepada-Nya dan seorang lagi mengaminkannya, maka Allah Swt. akan mengabulkan permohonannya itu.”
Mendengar perkataan sahabatnya itu, Sa’ad r.a. pun menyetujui dan mereka menuju ke satu sudut untuk berdoa bersama. Maka Sa’ad r.a. mulai berdoa dengan berkata, “Ya Allah, tatkala aku berada di medan pertempuran esok hari, dangan limpahan rahim-Mu biarlah aku dihadapkan dengan seorang musuh yang kuat dan garang. Biarkanlah musuh itu menyerangku dengan sekuat tenaganya dan biarlah aku menghadangnya dengan segala kekuatan tenagaku. Setelah itu ya Allah, biarkanlah aku memperoleh kemenangan dengan membunuhnya karena-Mu dan  biarkanlah aku dapat memperoleh harta rampasannya dengan limpahan karunia dari-Mu ya Allah.”

28 June 2011

Hijrahnya Kaum Muslimin Ke Habasyah Dan Pemboikotan Bani Abu Thalib

Permusuhan dengan kaum kafir menyebabkan penderitaan dan kesusahan kaum Muslimin semakin bertambah. Akhirnya Rasulullah saw. mengizinkan mereka meninggalkan Makkah. Banyak para sahabat yang hijrah ke negeri Habasyah, walaupun pada saat itu Habasyah dipimpin oleh seorang raja Nasrani – pada waktu itu belum memeluk Islam – yang terkenal karena kasih sayang dan keadilannya.
Pada bulan Rajab tahun ke-5 sejak Rasulullah saw. menjalankan dakwah, rombongan pertama telah diberangkatkan ke Habasyah. Rombongan itu berjumlah kurang lebih 12 orang lelaki dan 5 orang wanita. Orang-orang kafir Quraisy pun segera mengejar untuk menghalangi kaum muslimin, namun mereka tiba di pelabuhan setelah kapal kaum muslimin bertolak.
 Ilustrasi

26 June 2011

Kisah Umar R.A. Memeluk Islam

Umar r.a. adalah seorang sahabat yang namanya menjadi kebanggaan bagi kaum muslimin hingga hari ini. Namanya dapat menyebabkan iman menjadi meningkat, dan dapat menggentarkan hati orang-orang kafir sejak seribu tiga ratus tahun yang lalu hingga saat ini. Sebelum memeluk Islam, dia sering menentang Nabi saw. dan mengganggu kaum muslimin.
Pada suatu hari, orang-orang kafir Quraisy bermusyawarah untuk menentukan siapakah di antara mereka yang bersedia membunuh Rasulullah saw.. Umar r.a. segera menyahut, “Saya siap melakukannya!” Semua orang Quraisy yang hadir di pertemuan itu berkata, “Ya, memang engkaulah yang pantas melakukannya!”
Makam Rasulullah s.a.w, Abu Bakar r.a, dan Umar r.a

Template by:
Free Blog Templates